Rabu, 23 Desember 2009

Bersahabatlah dengan breket anda ...

Keberhasilan perawatan ortodonsi tidak hanya ditentukan oleh canggihnya alat-alat ortodonsi ataupun hebatnya ortodontis anda. Namun, anda sebagai pasien juga memegang peranan penting dalam pencapaian keberhasilan perawatan ortodonsi tersebut. Agar perawatan ortodonsi mendapatkan hasil yang optimal. Ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian selama perawatan ortodonsi
  • Menjaga kebersihan mulut. Pergerakan gigi oleh alat-alat ortodonti akan optimal apabila kondisi mulut dalam keadaan sehat. Tidak cukup hanya menggunakan sikat gigi saja namun pemakaian alat pembersih gigi lainnya seperti dental floss (benang gigi), obat kumur, atau sikat gigi khusus untuk pemakai breket harap menjadi pertimbangan agar gigi dan breket serta assesoris ortodonti yang lain bisa dibersihkan dengan maksimal.
  • Penggunaan sikat gigi : Sikat gigi anda dengan cara memutar dengan arah keatas kebawah disemua bidang permukaan gigi
  • Penggunaan Dental Floss : Untuk celah-celah gigi yang tidak dapat dijangkau oleh bulu sikat gigi sebaiknya menggunakan dental floss (benang gigi)
  • Hindarilah makanan yang berkonsistensi keras, lengket dan mengandung banyak gula serta minuman manis dan bersoda. Mengkonsumsi buah dengan cara begini dapat mengakibatkan breket anda patah, lebih baik anda memotong-motong dulu buah-buahan sebelum anda konsumsi. Makanan yang lengket bisa melekat antara breket dan kawat sehingga sulit dibersihkan dan pada akhirnya memberi dampak tidak baik pada kesehatan gigi anda. Minuman bersoda yang dikonsumsi terlalu sering dapat menimbulkan noda pada gigi anda, sehingga pada saat selesai perawatan dan breket dilepas dapat menimbulkan perbedaan warna pada gigi.
  • Menepati janji kunjungan (control) yang sudah terjadwal, sebab ortodontis anda akan melakukan banyak hal saat jadwal kontrol, semakin anda menunda-nunda jadwal kontrol akan semakin memperpanjang waktu perawatan ortodonsi anda
  • Disiplin menggunakan alat tambahan yang disarankan misalnya penggunaan karet elastik seperti pada gambar yang berguna untuk mengkoreksi gigitan yang salah, karet elastik harus diganti secara mandiri oleh pasien
  • Segera melaporkan bila ada minor emergency misalnya breket yang lepas atau kawat yang patah

Selasa, 22 Desember 2009

Mengunyah Sempurna dan Tampil Percaya Diri

Dua fungsi utama gigi yang kita miliki ini adalah fungsi pengunyahan dan fungsi estetika. Kedua saling terkait dan akan optimal jika peletakannya benar dan posisinya tepat selain juga harus ada hubungan yang harmonis antara gigi-gigi di rahang atas dengan gigi-gigi di rahang bawah.

Gigi yang tidak terletak secara benar dan tidak pada yang posisi tepat, dalam kedokteran gigi disebut malposisi (terletak salah), contoh kasusnya adalah gigi yang crowding (berjejal) yang biasanya disebabkan oleh lebar lengkung rahang yang lebih sempit dari jumlah lebar gigi secara keseluruhan atau memang ’benih’ giginya yang terletak salah.

Bisakah Malposisi ini Dicegah ?

Bisa ! Benih gigi sulung maupun permanen sudah terbentuk semenjak masih bayi meski belum sempurna, sehingga kecil kemungkinannya melakukan manipulasi letak benih gigi dalam rahang. Namun, dokter gigi bisa melakukan pencegahan supaya malposisi terjadi dalam batas yang wajar. Dan tindakan pencegahan ini bisa dilakukan apabila dokter gigi sudah mendapatkan informasi pertumbuhan gigi semenjak dini, yaitu semenjak gigi sulung mulai tumbuh. Dengan membuat medical record (rekam medis), dokter gigi akan melakukan pemantauan pertumbuhan gigi pasiennya, sehingga dokter gigi tahu persis apakah perlu dilakukan serangkaian pencabutan (percabutan seri) yang sudah terencana pada gigi sulung pasien sehingga gigi permanen tidak akan tumbuh berjejal nantinya.

Bagaimana dengan Malposisi pada Gigi Permanen ?

Tentu saja bisa, tidak ada istilah terlambat untuk melakukan perbaikan pada gigi permanen yang sudah tumbuh dan terjadi malposisi. Dokter Gigi akan mempersiapkan peralatan ortodonsi yang berfungsi untuk memperbaiki letak gigi. Namun perlu diperhatikan bahwa, pada taraf tertentu kasus malposisi, masih bisa dirawat oleh Dokter Gigi umum, dan untuk beberapa kasus malposisi yang lebih rumit, Dokter Gigi dengan spesialis Ortodonsi yang akan melakukan penanganan.

Untuk memudahkan mengetahui batasan antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis ortodonsi, misalnya adalah dengan mengetahui tingkat kerumitan permasalahan yang terjadi pada oklusi (penutupan rahang beserta gigi atas dan bawah). Kewenangan dokter gigi umum adalah mengawasi dan menatalaksana perkembangan oklusi, dengan berbekal pengetahuan ortodonsi yang memadai sehingga dapat melakukan intervensi bila diprediksi akan terjadi maloklusi, atau merujuk kepada spesialis ortodonsi bila kasus yang ditangani membutuhkan perawatan yang lebih kompleks.

Bagaimana dengan Batas Usia ?

American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan anak-anak usia 7 tahun untuk melakukan pemeriksaan kepada spesialis ortodontis, karena pada usia 7 tahun keempat gigi depan permanen dan gigi geraham pertama sudah tumbuh, sehingga terjadinya kesalahan oklusi sudah bisa diprediksi. Perawatan ortodonsi bersifat sangat individual, peralatan ortodonsi yang digunakan juga disesuaikan dengan usia dan kasus pada tiap-tiap individu. Sehingga tidak ada batasan umur seseorang dalam menjalani perawatan ortodonsi.

Apakah yang akan terjadi bila Malposisi tidak dikoreksi ?

Malposisi gigi yang dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan permasalahan yang lebih kompleks, misalnya pada kasus gigi yang berjejal (crowding), letak gigi yang berjejal menyulitkan dalam pembersihan dan apabila gigi tidak dibersihkan dengan baik maka kemudian akan menimbulkan bau mulut (halitosis), karang gigi, karies (gigi berlubang), dan peradangan gusi. Peradangan gusi yang parah dapat mengakibatkan gigi tanggal (lepas) dengan sendirinya.

Hubungan gigi-gigi rahang atas dan bawah yang tidak harmonis dapat mengakibatkan kelainan pada persendian rahang sehingga menyebabkan pasien merasa kesulitan pada saat melakukan aktifitas membuka atau menutup mulut, dan bunyi yang terdengar biasanya berupa ”klik” dan semakin keras bunyi menunjukkan semakin parahnya kelainan pada sendi tersebut.

Ada peralatan yang bisa dikenakan pada seseorang dengan kelainan sendi rahang tadi, namun tentu saja penyebab utamanya juga harus diperbaiki. Dan apabila penyebab utamanya adalah karena malposisi gigi dan / atau hubungan yang tidak harmonis antara rahang atas dan bawah, maka yang harus dilakukan adalah perawatan ortodonsi. Orodontis akan memberikan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Bisa berupa peralatan ortodonsi lepasan apabila perawatan dilakukan pada seseorang yang masih dalam masa gigi susu, peralalatan fungsional apabila dilakukan pada seseorang yang masih dalam masa pertumbuhan, atau peralatan ortodonsi cekat (bracket) apabila perawatan dilakukan pada seseorang yang sudah dalam masa gigi permanen.

Apabila gigi sudah terletak dalam lengkung yang benar serta hubungan rahang atas dan bawah harmonis, maka ke dua fungsi gigi, baik fungsi pengunyahan maupun fungsi estetis dapat tercapai secara optimal. Pencapaian fungsi penyunyahan akan mempengaruhi kesehatan fisik, karena dalam proses pengunyahan, makanan akan tergerus dengan baik sehingga lambung tidak perlu menerima makanan kasar, yang mengakibatkan lambung bekerja ekstra keras dan dapat menimbulkan gangguan lambung di kemudian hari. Sedangkan pencapaian fungsi estetik akan mempengaruhi kesehatan psikologik, sebab seseorang dengan estetika yang baik akan menimbulkan kepercayaan diri yang baik sehingga lingkungan juga akan menerima dengan baik pula.

Rabu, 16 Desember 2009

Senyumku & Ortodontisku

Saat anda memutuskan untuk menempuh “hidup baru” dengan mengarungi bahtera kehidupan 1-2 tahun kedepan dengan peralatan ortodonti yang melekat di gigi anda, ada baiknya anda mengetahui apa saja yang akan ortodontis lakukan pada anda khususnya pada gigi anda.


Langkah 1,
Pada kunjungan awal ortodontis anda akan melakukan pemeriksaan klinis, pencetakan gigi dan rujukan foto rontgen gigi geligi dan rahang baik tampak depan ( Panoramic Rontgen) maupun tampak samping (Chefalometri Rontgen) untuk membantu menegakkan diagnosa dan perawatan yang diperlukan


Cetakan gigi

Langkah 2,
Pembuatan foto wajah sebagai bahan perbandingan pre dan post treatment (sebelum dan sesudah perawatan)



Langkah 3,
Pemasangan alat2 ortodonti bisa berupa alat lepasan (Removable orthodontics), alat fungsional (Functional orthodontics) maupun alat cekat (Fixed orthodontics) sesuai dengan kebutuhan perawatan



Langkah 4,
Melakukan kunjungan rutin (kontrol) sesuai dengan jadwal,biasanya 1-2 bulan sekali tergantung dari alat yang anda pakai. Saat kontrol ortodontis anda akan melakukan pengecekan apakah diperlukan kekuatan tambahan atau alat tambahan agar pergerakan gigi lebih optimal



Langkah 5,
Bila perawatan telah selesai maka ortodontis anda akan melakukan debonding (pelepasan alat) dan dilakukan pencetakan gigi anda kembali untuk pembuatan alat retainer


Langkah 6,
Pemasangan retainer dan instruksi pemakaian retainer


Langkah 7,
Tersenyumlah .... !!
! karena senyum indah telah menjadi milik anda